Tarian Pena

Menari Bersama Semesta
Recent Tweets @
Selain menyusun rencana ke depan tentang apa yang akan kulakukan untuk menebus seluruh dosa yang tidak terhitung banyaknya,
Sepertinya aku harus menyusun rencana tentang apa yang akan kulakukan -selain minta Ampun pada Allah - jika aku mati dalam waktu dekat
Myd

Walaupun berbeda, kita akan saling menyempurnakan, menyeimbangkan, tidak terpisahkan, dan selalu bergerak seirama ke arah yang sama.

Sampai bertemu, koin sisi satunya :)

- Myd, sebuah koin bersisi satu

Bed Rest.

9gag:

Another wise words from Patrick Star

  • G : Kontrak Indonesia-Freeport diperpanjang lagi sampai 2041
  • F : Waktu kontrak kita sama freeport selesai, aku masih hidup gak ya?
  • G : Besok emang kamu masih hidup?
People might have a good opinion of you, or they might have a bad opinion of you…none of that means anything to Allah
Nouman Ali Khan (via theiraqidude)

Noted!

(via thebeautyofislam)

Tuhanku sayang,
Kalau hati ini memang Engkau titipkan padaku,
Aku kembaliin, deh.
Pusing ngurusnya.
Huft.
Myd
Asker Anonymous Asks:
and also there is this one that is absolutely beautiful of truth; " And [mention, O Muhammad], when your Lord said to the angels, "Indeed, I will make upon the earth a successive authority." They said, "Will You place upon it one who causes corruption therein and sheds blood, while we declare Your praise and sanctify You?" Allah said, "Indeed, I know that which you do not know." " 2:30 give me shivers (how true where the angels)
miyahana miyahana Said:

islamreflection:

Indeed, however, Allah (SWT) knows best. Allah (SWT) has given all humans the ability to choose between right and wrong:

It reminds me of this beautiful Hadith Qudsi:

On the authority of Abu Harayrah (may Allah be pleased with him) from the Prophet (PBUH), who said:

"Allah (glorified and exalted be He) has supernumerary angels who rove about seeking out gatherings in which Allah’s name is being invoked: they sit with them and fold their wings round each other, fillin that which is between them and between the lowest heaven.

When [the people in the gathering] depart, [the angels] ascend and rise up to heaven. He (the Prophet p.b.u.h.) said:

Then Allah (mighty and sublime be He) asks them - [though] He is most knowing about them:

From where have you come?

And they say:

We have come from some servants of Yours on Earth: they were glorifying You (Subhana llah), exalting you (Allahu akbar), witnessing that there is no god but You (La ilaha illa llah), praising You (Al-Hamdu lillah), and asking [favours] of You.

He says: And what do they ask of Me?

They say: They ask of You Your Paradise.

He says: And have they seen My Paradise?

They say: No, O Lord.

He says: And how would it be were they to have seen My Paradise!

They say: And they ask protection of You.

He says: From what do they ask protection of Me?

They say: From Your Hell-fire, O Lord.

He says: And have they seen My Hell-fire?

They say: NO.

He says: And how would it be were they to have seen My Hell-fire?

They say: And they ask for Your forgiveness.

He (the Prophet p.b.u.h) said:

Then He says:

I have forgiven them and I have bestowed upon them what they have asked for, and I have granted them sanctuary from that from which they asked protection.

He (the Prophet p.b.u.h) said:

They say:

O Lord, among then is So-and-so, a much sinning servant, who was merely passing by and sat down with them.

He (the Prophet p.b.u.h) said:

And He says:

And to him [too] I have given forgiveness: he who sits with such people shall not suffer.

It was related by Muslim (also by al-Bukhari, at-Tirmidhi, and an-Nasa’i).

Subhan’Allah, He is the Ar-Rahman and Ar-Rahim, and continues to bestow His endless Mercy upon us even when we are undeserving of it. May He may us among the righteous, Ameen. :)

Bandung, 13 April 2014

Salam hangat,

Halo, apa kabar? Masih ingat denganku? Sepertinya akan susah bagimu untuk mengingatku, tapi cobalah! Pasti akan menyenangkan ketika kau mencoba mengingatku :)

Mungkin ada baiknya aku memperkenalkan diri terlebih dahulu, untuk merefresh kembali ingatanmu. Namaku Miyahana Dwirahayu (untuk yang satu ini mungkin kau ingat), Saat ini berkuliah di jurusan Teknik Industri ITB (kutebak kau sedang tersenyum, karena mulai mengingat-ngingat seperti apa aku), sekarang aku sedang menjalankan semester 6 dengan 23 sks (yang nekat aku ambil dengan minim pertimbangan, namun sangat diusahakan tidak menyesal). Aku bukan bagian dari unit kegiatan mahasiswa apapun, tapi aku cukup aktif sebagai anggota himpunan mahasiswa jurusanku, Keluarga Mahasiswa Teknik Industri atau biasa disebut MTI. Saat ini aku dianugerahkan sahabat-sahabat terbaik yang (sangat) mencintai Allah. Mereka, adalah bagian dari diriku saat ini. 

Sejujurnya kita (memang) tidak begitu saling mengenal, tapi percayalah, kamulah orang yang selalu aku sebut dalam doaku! Pada kesempatan ini, aku ingin kamu mengetahui isi doaku, mungkin akan terdengar (sedikit) memaksa, tapi aku ingin kamu berusaha (agar Allah) mengabulkan doaku!

  • Aku berdoa agar kamu memiliki hati yang lembut
  • Aku berdoa agar kamu bertutur dan berbuat dengan indah

Aku ingin kamu memiliki hati yang lembut! Sumpah! Karena aku ingin hatimu bergetar setiap nama Tuhanmu disebut, Aku ingin hatimu cepat tergerak melihat orang lain yang membutuhkan bantuanmu, dan segera membantunya walaupun hanya dengan senyuman. Aku ingin kelembutan hatimu membuat segala tutur dan perbuatanmu terdengar dan terlihat indah di mata Allah dan orang-orang di sekitarmu. Aku ingin kamu diam kecuali kata-kata dan tingkahmu adalah kebaikan. Sudah sejauh apa doaku yang ini terkabulkan? Tolong terus berusaha (agar Allah) mengabulkan doaku yang satu ini meski (sangat sangat sangat) sulit!

  • aku berdoa agar kamu mencintai Allah & merindukan-Nya lebih dari apapun, lebih dari segalanya

Aku percaya, bahwa orang yang mencintai Allah & merindukan-Nya lebih dari apapun, lebih dari segalanya, adalah orang yang sangat bahagia. Aku ingin kau bahagia. Sesederhana itu, kawan.

  • Aku berdoa agar kamu, setiap waktunya, lebih dekat dengan Allah, selalu lebih dekat

Jika Allah adalah Kekasihmu, aku hanya berdoa kamu selalu dekat dengan Kekasihmu. Masuk akal dan tidak perlu penjelasan, bukan?

  • Aku berdoa agar kamu pandai bersyukur, pandai berbahagia

That is not happiness which makes you grateful, but gratefulness which makes you happy. Beryukur, kemudian berbahagialah!

  • Aku berdoa agar orang-orang yang kamu sayangi, selalu dekat dengan Allah

Tidak hanya mendoakanmu, aku (bahkan) mendoakan orang-orang yang kamu sayangi agar dekat dengan Allah. Maka dari itu aku ingin kamu selalu menceritakan Tuhanmu kepada orang-orang yang kamu sayangi. Betapa Maha Baik dan Maha Penyayangnya Dia. Aku ingin mereka juga menyayangi Allah. Aku ingin mereka dekat dengan Allah. Singkatnya, aku ingin orang-orang yang kamu sayangi berbahagia karena dekat dengan Tuhannya.

  • Aku berdoa agar kamu bisa membahagiakan orang-orang yang kamu sayangi di dunia

Aku tahu bahagia itu diberikan Allah dengan menghadirkannya di dalam diri setiap orang. Kamu bukan sumber kebahagiaan. Kamu juga tidak mungkin membuat orang yang kamu sayangi bahagia. Tapi maksud doaku yang satu ini, aku ingin kamu bisa menjadi alasan bagi orang-orang yang kamu sayangi untuk menumbuhkan benih kebahagiaan dan rasa syukur dalam diri mereka. Sangat sulit bukan? Maafkan aku jika doaku terlalu susah dan terlalu banyak. Namun tetap saja, kamu harus terus berusaha (agar Allah) mengabulkan doaku!

  • Aku berdoa agar Allah tidak pernah melepaskan pelukan-Nya dari dirimu

Yah, sebenarnya doa ini (memang) ditujukan langsung untuk Allah. Tapi kamu juga menjadi faktor apakah Allah akan terus memelukmu atau tidak! Satu-satunya jalan agar Allah terus memelukmu adalah : teruslah memeluk Allah. Aku mohon.

  • Aku berdoa agar Islam menjadi jalan hidupmu, satu-satunya jalan hidupmu

Islam itu keselamatan, Safety first, right? No need reasons for this dua. Teruslah hidup di jalan yang lurus, jalan keselamatan, Islam.

Hmm.. Bagaimana hidupmu? 15 tahun lebih dalam pernikahan, waktu yang tidak sebentar bukan? Apakah kamu selalu jatuh cinta saat melihat orang di sampingmu setiap kamu membuka mata di pagi hari selama lebih dari 5475 hari terakhir? Hahaha. Sepertinya sulit. Meski tidak jatuh cinta setiap hari, aku berharap setidaknya suasana kasih dan sayang selalu menyelimuti rumah dan keluargamu setiap harinya. Atau bahkan setiap detik!

Siapa teman hidupmu? Sejujurnya itu pertanyaan terbesar dalam hidupku kini. Tapi, siapapun dia, kamu harus menjadi wanita yang paling bahagia di dunia karena beruntung telah menjadi teman hidupnya. Aku tidak mau tahu. Kamu harus bersyukur dan bahagia karena telah menikahinya! Beryukurlah dengan selalu menjadi pendamping yang baik. Kamu harus bisa menjadi partner hidup yang kooperatif dan saling mendukung sesulit apapun kondisinya. Menjadi sumber energi baginya dalam memimipin bahtera yang kalian bangun bersama. Susah dan senang itu hal biasa, jadi lalui bersama dengan penuh syukur dan doa. Jangan pernah lupa untuk selalu saling menghormati, saling menghargai, saling memuji, dan saling memaklumi kekurangan satu dan yang lainnya. Yaaa… Walaupun aku tahu benar kamu sama sekali bukan orang yang romantis. Hahaha. :3

Kamu juga tidak boleh banyak mengeluh dan banyak menuntut ini itu. Aku tahu kamu akan bertransformasi menjadi wanita yang (sangat) manja dan kekanakan di depan si dia. Bahkan kamu sudah merencanakannya sejak umurmu 20 tahun! Ingatkah? Meski begitu, cobalah untuk selalu berpikir: hal apa yang bisa kamu berikan untuknya? Setelah kamu memberikannya sesuatu, Cobalah untuk berpikir hal yang sama sekali lagi. Dan begitu seterusnya hingga Allah memanggil salah satu dari kalian. Aku pun berdoa, semoga kalian jodoh ya di akhirat nanti. Aamiin. :3

Bagaimana keluarga kecilmu? Berapa jumlah anakmu? Satu? Dua? Atau mungkin tiga? Hahaha. Berapapun jumlahnya tidak masalah, asalkan kamu bisa menjadi ibu yang baik untuk semuanya. Omong-omong, apa pekerjaanmu? Sejujurnya aku berdoa kamu seorang dosen. Karena dalam bayanganku, dengan menjadi seorang dosen kamu bisa memiliki waktu yang lebih fleksibel untuk keluarga kecilmu itu. Aku berharap kamu bisa menyiapkan segala sesuatu untuk si dia pergi bekerja dan anak-anakmu pergi bersekolah, serta tentu saja menyiapkan sarapan untuk seluruh penghuni rumah. Aku berharap kamu bisa pulang tidak terlalu larut setiap harinya, menghabiskan akhir hari dengan orang-orang di rumah. Mengajarkan anakmu mengenal Tuhan dan Rasulnya melalui sholat & mengaji bersama. Atau bahkan lebih baik lagi jika kamulah yang mengajarkan mereka membaca, menulis, dan berhitung! Bukan guru les mengaji ataupun guru les calistung. Aku juga ingin kamu selalu menyambut si dia pulang dari pekerjaannya, menyiapkan air hangat untuknya. Apakah itu berhasil kamu lakukan selama lebih dari 15 tahun ini, kawan? Jika tidak, jangan bersedih. Kamu belum terlambat. Meski anak-anakmu kini sudah mulai menginjak remaja (jika perkiraanku tepat, anak sulungmu sudah di bangku SMP, bukan?), kamu masih bisa memperbaiki semuanya. Memulai lagi menjadi seorang istri dan ibu yang sesuai dengan harapanku! Hahahaha. Jadi itulah alasan mengapa aku ingin kamu menjadi seorang dosen, bukan berarti aku tidak menginginkanmu bekerja di perusahaan superkeren dengan penghasilan selangit. Kumohon, mengertilah. Jika kamu memang bukan seorang dosen, kuharap kamu masih bisa berusaha (agar Allah) mengabulkan keinginanku atas kamu sebagai seorang ibu, istri, sebagai sumber energi keluarga kecilmu itu. Oia! Jangan lupa, anakmu harus menjadi seorang olahragawan dan seniman! Pemain sepak bola, basket, atau perenang, apapun jenis olahraganya bukan masalah. Menjadi penari, penyanyi, atau pemusik apapun juga bukan masalah. Itu akan sangat membantu mereka untuk tetap sehat, bugar, dan memiliki kapasitas otak kanan dan kiri yang seimbang. Jangan seperti dirimu!!

Last but not least, bagaimana kabar malaikat-malaikat hidupmu? Ingat! meski kamu sudah menjadi seorang istri, seorang ibu, seorang wanita karir (mungkin), kamu lebih lama hidup sebagai seorang anak, adik, keponakan, dan cucu. Titel ini melekat padamu sejak jantungmu mulai berdetak. Jangan pernah, sedetik pun, kamu melupakan ibu-ayahmu, kakakmu, paman-bibimu, kakek-nenekmu. Lihat dirimu di cermin. Sosok yang kamu lihat adalah hasil kerja keras keluargamu! Kamu harus sering-sering menghubungi mereka, berkunjung. Kamu juga harus peka dengan kebutuhan mereka, terutama kebutuhan akan kasih sayang darimu! Jangan lupakan pula keluarga si dia! Kini kamu memiliki lebih banyak orang tua, lebih banyak oom-tante, lebih banyak kakak, dan lebih banyak kakek-nenek yang harus kamu perhatikan! Aku akan sangat marah jika kamu berani melupakan mereka. Setelah kamu membaca surat ini hingga selesai, telfon mereka. Setidaknya, telfon ibumu. Tolong, ya?

Kutitipkan segala doa dan harapan hidupku padamu. Teruslah berusaha (agar Allah) mengabulkan doaku. Maaf kalau kau bosan membaca kalimat itu berulang-ulang. Tapi aku serius. Aku memohon padamu. Jangan menyerah. Jangan pernah menyerah. Allah pasti bantu!

Sempat tidak sempat, aku mohon balaslah suratku ini. Balaslah dengan hatimu.

(Sebuah surat dariku, untuk diriku, 20 tahun mendatang)

-Myd

What is marriage but the discovery of a best friend, companion, soul mate in the one who is now your family? What is marriage but pillow-fights, and sleeping in, and teasing, and arguing, and telepathically communicating, and often misunderstanding, but always forgiving and constantly cherishing every laugh, every tear? What is marriage but the discovery of your guide to jannah, and may you be their guide. Ameen. May your closeness bring you closer to Him, azza wa jal. May your heart find contentment and your soul find peace. Ameen. What is marriage, but a journey… With your best friend… A journey to jannah. And what a beautiful destination that is.
Within this Soul (via passionate-opinions)

(via thebeautyofislam)

Tipe Pelaku Individualistis adalah orang-orang yang yakin akan diri sendiri dan sangat mandiri. Mereka orang-orang yang pendiam dan realistis, sangat rasional, dan sangat tegas. Mereka memelihara individualisme mereka dan senang menerapkan kemampuan mereka pada tugas-tugas baru. Namun mereka juga adalah orang-orang yang sangat spontan dan impulsif yang suka mengikuti inspirasi sekonyong-konyong mereka. Tipe Pelaku Individualistis adalah para pemerhati yang baik dan tajam yang menyerap segala sesuatu yang terjadi di sekitar mereka. Namun demikian, mereka tidak terlalu peka dalam hubungan antar manusia dan terkejut ketika sesekali membuat orang tersinggung dengan sikap blak-blakan dan lugas mereka. Mereka tidak terlalu menyukai kewajiban; namun jika Anda memberi mereka ruang, mereka adalah orang-orang yang sesungguhnya tidak rumit, mudah bergaul, dan periang.

Tipe Pelaku Individualistis menyukai tantangan – aksi dan hal-hal yang dianggap aneh adalah bagian dari kehidupan mereka. Mereka suka mencobai nasib dan banyak orang tipe ini memiliki hobi berisiko seperti skydiving atau bungee jumping. Ini juga berlaku pada kehidupan sehari-hari mereka. Tipe Pelaku Individualistis mampu mengatasi situasi-situasi kritis; mereka dapat menangkap situasi, membuat keputusan, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan sangat cepat. Hirarki dan otoritas tidak terlalu membuat mereka terkesan; jika seorang atasan tidak kompeten, mereka tidak akan terlalu menghormatinya. Tipe Pelaku Individualistis suka menerima tanggung jawab. Mereka memiliki kepekaan terhadap realitas yang menonjol dan selalu menemukan solusi yang paling tepat dan praktis untuk sebuah masalah. Mereka melerai konflik secara terbuka dan langsung; di sini, kadang-kadang mereka tidak terlalu peka namun mereka sendiri juga dapat menerima kritik dengan sangat baik.

Sebagai teman, tipe Pelaku Individualistis setia dan penuh pengabdian; mereka hanya memiliki beberapa hubungan pertemanan namun banyak di antaranya berlanjut seumur hidup. Orang senang berbicara dengan mereka karena sikap optimis mereka dalam memandang kehidupan dan kemampuan mereka untuk mendengarkan. Namun demikian, mereka lebih suka membicarakan minat dan hobi yang sama ketimbang isu-isu teoritis atau filosofis – hal-hal itu tidak cukup nyata bagi mereka. Mereka membutuhkan banyak kebebasan dan waktu bagi diri sendiri dalam hubungan asmara namun, pada saat bersamaan, mereka juga sangat toleran terhadap pasangan mereka. Sangat jarang tipe Pelaku Individualistis jatuh cinta hingga mabuk kepayang. Mereka terlalu rasional. Mereka lebih suka memilih pasangan berdasarkan kesamaan minat dan kegemaran yang ingin mereka bagi bersama pasangan tersebut. Tipe Pelaku Individualistis tidak terlalu menyukai emosi yang meletup-letup. Mereka lebih suka membuktikan cinta mereka dengan tindakan dan mengharapkan hal yang sama dari pasangan mereka. Barangsiapa berharap mengikat diri dengan seorang Pelaku Individualistis membutuhkan banyak kesabaran. Butuh beberapa saat sebelum tipe kepribadian ini bersedia terlibat dengan orang lain.

Adjectives that describe your type
introverted, practical, logical, spontaneous, adventurous, resolved, independent, fearless, loyal, analytical, realistic, optimistic, interested, quiet, curious, circumspect, individualistic, action-loving, venturesome, cool, dispassionate, reserved, skillful, confident, independent, communicative, down-to-earth

My test result : english version

Amazing, I almost believe every single sentence in this result is really me.

Go get your own test on Ipersonic Official Website

  • X : Gue takut.. Astaghfirullah..
  • Y : Gapapa... It's natural...
  • X : Hati ini titipan Allah kan? Takut banget ga bisa ngejaga, takut banget perasaan ini jadi massive dan akhirnya bisa ngedobrak pertahanan yang selama ini udah dibangun hanya untuk Allah.. Makanya denial terus... Takut, ini tuh takut......

beingindonesian:

A new history of Indonesia is in the making today (April 9, 2014) as the nation’s people of above 17 years old are electing their representatives for national and local legislative councils.

You better be part of it.